Pengobatan diabetes

Penderita diabetes tidak harus merasa kekurangan dan terkekang dalam masalah makan. Penderita bisa belajar menyeimbangkan makanan dan membuat pilihan makanan yang sehat namun tidak menyampingkan makanan kesukaan. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik dengan karekteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Untuk dapat mengendalikan kadar gula darah, penderita diabetes harus melakukan 5 pilar penatalaksanaan diabetes, yaitu: edukasi, penatalaksanaan diet, aktivitas fisik, obat-obatan, pemantauan kadar gula secara mandiri. Diet diabetes melitus disebut juga terapi gizi medis. Tujuannya adalah membantu penyandang diabetes memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang baik.

Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi. Pada penyandang diabetes perlu mematuhi 3 J : keteraturan Jadwal makan, Jenis, dan Jumlah makanan yang dikonsumsi. Adapun jenis makanan yang dianjurkan adalah:

Sumber Karbohidrat: nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi, sagu.
Sumber Protein: daging rendah lemak, ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, tahu dan tempe
Sumber Lemak: konsumsi makanan mengandung lemak dalam jumlah terbatas. Makanan yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, ditumis, direbus.
Vitamin dan Mineral dipenuhi melalui konsumsi cukup banyak sayuran dan buah-buahan
Sementara jenis makanan yang tidak dianjurkan sebagai berikut:

Bahan makanan yang mengadung kolestreol seperti jeroan, otak, dan daging berlemak
Makanan siap saji, goreng-gorengan
Gula, madu, sirup, selai, jeli, dodol, kue-kue manis, buah yang diawetkan, minuman soda, alkohol, es krim.
Sumber natrium seperti garam dapur, penyedap makanan.
Bahan pengawet, ikan asin, telur asin, dan makanan yang diawetkan

Pengaturan jadwal makan bertujuan untuk menghindari kadar glukosa dan lemak darah yang tinggi. Makan dengan porsi kecil dalam waktu tertentu membantu memperbaiki kadar glukosa darah. Makan teratur yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta snack antar jam makan. Porsi yang besar akan mengakibatkan lebih banyak glukosa dalam tubuh sehingga tubuh tidak dapat memberikan cukup insulin yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah.